Kumpulan kisah motivasi dan renungan diri.

Menjaga Lidah.

Sorang wanita, menyebar gosip bahwa tetangganya adalah seorang pencuri. Akibatnya,pemud a tetangga nya itu ditangkap.

Beberapa hari kemudian pemuda itu terbukti tidak bersalah.Setela h dibebaskan ia menggugat wanita itu karna salah menuduh nya.
Di pengadilan wanita itu mencoba membela diri di hadapan Hakim : “Aku kan hanya sekedar berkomentar,tidak melakukanapa pun.”

Mendengar pembelaan itu,Hakim pun memerintahkan kepada wanita itu: “Ok..Tulis lah semua hal yang kamu katakan tentang
dia pada sehelai kertas,dan koyak2 kan lah satiap satu 10 langkah sehelai,ketika kamu dalam perjalanan pulang nanti,,,! Esok,da tang lah kembali untuk mendengar kan keputusan ku!”

“Baik tuan hakim” kata wanita itu menyanggupinya.
Keesokan harinya,hakim berbicara pada wanita itu:” Sebelum menerima keputusan ku,kau harus pergi keluar dan mengumpulkan semua potongan-potong an kertas yang kamu buang. . kemarin ”

wanita itu berkata:” Saya tidak bisa melakukan itu pak hakim…Angin menyebarkannya kemana-mana dan saya tdk tau kemana untuk menemukan nya ”
Hakim kemudian menjawab:”Denga n cara yang sama,komentar sederhana sekalipun ,jika ia dapat merusak kehormatan seseorang sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun mampu memperbaikinya. Jika Anda tidak dapat berbicara dengan baik tentang seseorang,bukan kah lebih baik jika tidak mengatakan
apa-apa !”

Mari kita semua menjadi tuan dari mulut kita,sehingga kita tidak akan menjadi budak dari lidah kita.

Mengenal Diri

Sebuah tunas pohon kelapa terdampar di tepi
pantai,ia melewati hari-hari dalam
hidupnya,hanyut di lautan,di terjang
ombak,di guyur hujan,panas,bad ai,taufan,ia
lalui sendirian.

Dalam sendirian ia bertanya pada Tuhan
tentang hidup nya,
“Kenapa Engkau membiarkan begitu banyak
ujian datang dalam hidup saya?”

Tuhan menjawab melalui hatinya:”Kamu akan
memahaminya suatu hari nanti,bersabar dan
tumbuh lah dengan teguh dalam melewati ujian
ini! ”

“Bagaimana aku bisa tumbuh dalam keadaan ku
begini? jika datang badai,daun dan rantingku
pasti akan patah,jika datang ombak,tubuh ku
akan terombang ambing terbuang dan aku akan
mati”

hati nya berbisik:”berdi ri lah yang
kuat,lihatlah kebawah! dan tancapkan lah akar-
akar mu menggali jauh,sedalam-da lam
nya,maka kamu akan berdiri teguh dan tumbuh
dengan kuat menghadapi badai dan ujian di
hari hari mu mendatang”

Begitulah akhirnya tunas kelapa menanamkan
pikiran positif dalam hidupnya,dan menggali
dan semakin menyelami kebawah makan ia pun
bisa bertahan melewati badai sekeras apapun
dan menghantarkanny a tumbuh menjadi pohon
kelapa yang tinggi,gagah dan berguna
keseluruhan bagian tubuhnya.

Terkadang ketika keraguan membuat kita

lemah dalam menghadapi hidup,gali lah
kekuatan di dalam diri,dan lihat lah
kebawah,yang lebih jauh lebih kurang dari
kita,insyaAllah kita akan mampu melewati
segala ujian hidup.

Hidup ini bukan tentang menunggu melewati

badai … tapi tentang belajar bagaimana
menari di tengah hujan.

Kita adalah apa yang kita pikirkan

Ada seorang laki-laki melewati sekumpulan gajah,kemudian tiba-tiba ia berhenti, bingung oleh fakta bahwa makhluk” besar itu sedang di kekang hanya dgn seutas tali kecil terikat
pada kaki depan mereka.Tidak ada rantai, tidak ada kandang.

Itu jelas bagi nya bahwa gajah” itu kapan saja bisa, melepaskan diri dari ikatan mereka..
tetapi…kenyat aannya,mereka tidak melakukannya.
Akhirnya..Dia menemui seorang pelatih hewan yg ada bersama gajah gajah itu dan bertanya mengapa hewan hewan ini hanya berdiri di
sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri. “Ya..,” kata pelatih itu, “ketika mereka masih sangat muda dan jauh lebih
kecil kita menggunakan tali ukuran yang sama untuk mengikat mereka dan, pada usia itu,tali itu cukup untuk menahan mereka. Ketika mereka tumbuh dewasa,mereka dikondisikan
untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri.Mereka percaya tali sebesar itu masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk melepaskan diri.”
Orang itu kagum.Kalau mereka mau,Hewan ini bisa saja setiap
saat membebaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa,mereka terjebak tepat di kondisi perasaan di mana mereka berada sebelumnya.

Seperti gajah,berapa banyak dari kita menjalani hidup berpegang pd sebuah
keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu,hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kegagalan adalah bagian
dari pembelajaran,ki ta tidak boleh menyerah dalam perjuangan hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s