5 Kisah Nyata Kasih Seorang Anak Pada Ayahnya yang mengharukan

“Kasih ibu membawa ke surga,kasih ayah sepanjang masa, kasih anak tak dapat di duga”.

Begitulah ungkapan pepatah untuk mengambarkan kasih orang tua pada anaknya, yang tentu tidak dapat kita sangkal lagi. Namun tak banyak kita lihat kasih anak pada orang tuanya yang terangkat kepermukaan menjadi teladan anak anak untuk menghargai,mencintai dan membalas kasih orang tuanya.

Kisah kisah nyata berikut ini mungkin bisa menjadi inspirasi kita untuk memberikan kasih yang sama kepada orang tua kita.

Berikut 5 kisah nyata kasih sayang anak pada orang tuanya yang dirangkum dari berbagai sumber:


1.Kisah seorang bocah yang merawat ayahnya di becak



Siti Aisyah, bocah berusia delapan tahun, sangat tegar dan semangat merawat ayahnya, Muhammad Nawawi Pulungan (54), yang tidak berdaya untuk menjalani hidupnya sehari-hari.

Setiap harinya, bocah perempuan yang biasa disapa Aisyah ini mendorong becak tanpa arah bersama sang ayah.

Sejak mengalami komplikasi, Nawawi Pulungan tidak berdaya dan membutuhkan perawatan yang ia dapatkan dari sang anak.

Sebelumnya Nawawi dan Aisyah sehari-hari bertahan hidup dengan belas kasihan dari masyarakat yang tak sengaja melihat mereka.

“Kami tidak mengemis. Kami hanya bertahan hidup sekuat tenaga kami. Mungkin banyak yang kasihan dengan kondisi kami dan mereka membantu dengan memberikan kami uang atau makanan,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejak Aisyah berusia 1 tahun, ibunya sudah meninggalkannya. Ia memiliki keluarga di Pematang Siantar. Namun, sejak ia tidak berdaya karena sakit, keluarganya tidak peduli dengan nasibnya dan Aisyah.

“Yang terpenting bagi saya saat ini adalah anak saya Aisyah dan kesembuhan saya. Saya semangat untuk sembuh agar bisa bekerja dan membahagiakan anak saya,” katanya.

2.Sebagai simbol membalas kasih ayahnya,mahasiswi ini persembahkan ijazahnya untuk sang ayah di kebun sawit



Pastinya untuk para pelajar paling utama bagi para mahasiswa, terkait prosesi acara wisuda adalah suatu momen paling penting di dalam hidupnya dan menjadi hal paling bahagia. Oleh karena itu, banyak dari mahasiswa yang lakukan acara wisuda akan abadikan momen tersebut bersama para temannya baik digedung, taman, dan tempat yang indah.

Akan tetapi, sungguh berbeda dengan apa yang dilakukan perempuan cantik ini, ia lebih memilih lakukan Acara Foto di Kebun Sawit bersama ayah tercinta, dan dengan latar belakang apa adanya seperti yang selama ini sang ayah kerjakan. Ismi dan ayahnya berfoto wisuda bukan berlatar belakang gedung kampus maupun studio mewah, akan tetapi ia mengajak sang ayah lakukan foto wisuda di sebuah perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Malaysia.

Kontan saja, apa yang dilakukan gadis berhijab ini langsung menjadi perbincangan netizen di media sosial Facebook, malahan banyak yang terharu melihat apa yang dilakukan oleh gadis cantik tersebut. Netizen Malaysia berpendapat, jika yang dilakukan oleh hijaber cantik ini sebuah tanda jika ia terus menghargai semua jerih payah sang bapak dan tidak malu memiliki bapak yang hanya bekerja sebagai petani di kebun sawit.

Pertama kali Foto Wisuda Ismi dan Ayah nya beredar di Facebook diunggah pada awal bulan November 2015. Perempuan berhijab yang sedang wisuda bernama @ismi.s.saadah yang diunggah dalam akun facebook @kunstudios. Sampai sekarang, banyak yang terinspirasi atas foto tersebut. Malahan, foto haru ini malah banyak yang menjadikannya sebuah meme kedekatan antara ayah dan anaknya.

3.Anak Tukang Sampah Bikin Haru Jagat Sosmed
Dulu, dia merasa malu karena sang ayah hanya tukang sampah. Dia bertanya kenapa sang ayah bukan tentara seperti ayah teman-temannya. Namun kini dia bersujud di bawah kaki sang ayah. Sadar.

Klanarong Srisakul. Pemuda yang baru lulus dari Universitas Chulalongkor, Thailand.

Dulu pernah merasa malu dengan pekerjaan sang ayah, yang hanya seorang tukang sampah.

“ Saat saya masih muda saya malu dengan kondisi ayah saya. Saya bertanya mengapa ayah saya tak mengenakan seragam keren seperti ayah teman-teman saya yang menjadi tentara, polisi,” tulis Klanarong.

Ya, sang ayah memang hanya sopir truk sampah. Sehari-hari hanya bergulat dengan sisa-sisa bahan

makanan maupun barang-barang rumah tangga. Karib dengan bau busuk dan pakaian yang kotor.

Namun seiring waktu berjalan, Klanarong akhirnya sadar. Dia sadar setelah sang ayah berkisah tentang perjalanan hidupnya. Dari cerita itu, L;anarong tahu bahwa sang ayah berhenti sekolah saat berada di kelas 4.

“ Dan dia memberi tahu saya bahwa mimpinya adalah melihat anaknya bersekolah,” tambah Klanarong.

Kisah itulah yang membuat hati Klanarong semakin luluh. Dia kemudian berusaha keras untuk meraih mimpi dengan melamar menjadi tentara, namun gagal.

“ Saya pikir ayah saya tidak menangis, tapi kemudian saya ketahui bahwa dia diam-diam menangis.”

Klanarong lagi-lagi melihat perjuangan sang ayah untuknya. Saat pengumuman hasil ujian masuk universitas diumumkan. Saat itu, sang ayah rela cuti untuk melihat pengumuman penerimaan mahasiswa baru untuk Klanarong.

“ Ayah saya kembali menumpahkan air matanya. Ini saat yang membanggakan untuk keluarga kecil kami,” tambah Klanarong.

Perjuangan dan pengorbanan sang ayah telah membuat Klanarong kehabisan kata-kata. Dia menyesal telah merasa malu dengan kondisi sang ayah. Dan kini, Klanarong telah lulus dari universitas paling sohor di Negeri Gajah Putih itu.

“ Sekarang, saya ingin berterimakasih kepada ayah karena telah menjadi dirinya sendiri dan untuk semua bantuannya. Terimakasih untuk lelah , airmata, dan masa-masa bersama yang tidak menyenangkan.”

Dan setelah lulus itu, Klanarong bersujud di bawah kaki sang ayah. Di depan truk sampah yang dulu membuatnya malu. “ Sekarang, saya ingin ayah bahagia dengan keberhasilan kami. Ayah tidak boleh merasa malu lagi, sebab ayah adalah ayah nomor satu. Saya bangga kepadamu,” tulis Klanarong
4.Demi menyelamatkan nyawa sang ayah, bocah bernama Cao Yinpeng ini mendonorkan sumsum tulang belakangnya.

Tak sampai disitu. Yinpeng juga harus berjuang keras menaikkan berat badannya sebanyak 13 Kg.

Kisah mengharukan ini tetjadi di Xuzhou, China, sekitar awal bulan ini. Yinpeng masih berusia 8 tahun. Di saat anak-anak sebaya merengek meminta mainan, dia harus berkorban demi ayah tercinta. Cao Lei, 35, harus segera diselamatkan. Menerima derma tulang sumsum belakang.

Di usia yang masih belia, dokter tak begitu saja mengizinkan Yinpeng jadi donor. Mereka hanya mengizinkan jika Yinpeng menaikkan berat badannya menjadi 44 Kg agar lolos menjadi pendonor.

Beruntung Yinpeng dikelilingi orang baik di sekitarnya. Dengan bantuan ibu dan guru-gurunya, berat Cao Yinpeng meningkat sebanyak 13 Kg dari semula 34 Kg hanya dalam masa dua bulan.

Selain mematuhi diet yang ketat, Yinpeng juga terpaksa diasingkan jika ada teman sekelasnya yang jatuh sakit.

Cao Yinpeng juga terpaksa menarik diri dari beberapa permainan anak-anak kegemarannya.

Cao Lei diketahui telah divonis mengidap leukaemia pada Januari lalu. Dan hanya Cao Yinpeng yang sesuai menjadi penderma tulang sum sum karena kakeknya tidak boleh menderma karena sudah uzur.

Hari yang dinantikan pun tiba. Yinpeng menjalani pembedahan. Semua bersyukur. Operasi berjalan lancar.

5.Jenny, bocah 5 tahun tuntun ayah nya yang buta setiap hari untuk bekerja


credit foto:brilionet

Jenny dan ayahnya adalah Nelson Pepe. Pepe bekerja sebagai pemetik kelapa di pertanian kelapa di Sogod, Southern Leyte. Tiap hari, ia mendapatkan upah sekitar Rp 90 ribu dari hasil memetik 60 pohon kelapa. Pepe memang tak bisa melihat tapi ia masih bisa mengandalkan instingnya saat bekerja. Namun untuk pergi bekerja, ia terpaksa harus menggantungkan diri pada putrinya.

Pepe berjalan dengan memegang tongkat, sementara Jenny memegang ujung satunya. Ia benar-benar menggunakan tongkat sebagai panduan untuk berjalan tanpa alas kaki. Jenny kemudian akan berjalan mengantar ayahnya menuju setiap pohon kelapa yang akan dipanjat. Setiap kali merasa lelah, mereka berdua berhenti untuk istirahat. Lalu Jenny akan memberikan air minum untuk ayahnya.

Kisah Jenny dan ayahnya yang buta kemudian mendapatkan perhatian dari yayasan internasional. Mereka memberikan bantuan dan berusaha menempatkan Jenny dalam lingkungan yang lebih aman dan mendapatkan perawatan yang lebih baik


Jenny mengantar sang ayah Nelson Pepe, yang juga dikenal dengan sebutan Dodong.
Demikianlah 5 kisah kasih seorang anak pada Ayahnya.

 Tanpa mengabaikan kasih ibu.

Semoga kisah kisah tersebut menginsipirasi kita semua untuk selalu ingat dengan jasa Ayah yang telah banyak berkorban dan memberi kasih sayang nya pada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s