Anjuran Imam Syafi’i Untuk Merantau

Imam Syafi’i berkata

¤Pergilah (merantaulah) dengan
penuh keyakinan, niscaya akan
engkau temui lima kegunaan,
yaitu Ilmu Pengetahuan, Adab,
pendapatan, menghilangkan
kesedihan, mengagungkan jiwa,
dan persahabatan.

¤Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan membusuk.

¤Singa hutan dapat menerkam mangsanya, setelah ia meninggalkan sarangnya. Anak panah yang tajam tak akan mengenai sasarannya, jika
tidak meninggalkan busurnya.

¤Jika engkau tinggalkan tempat kelahirnmu, engkau akan menemui derajat yang mulia ditempat yang baru, dan
engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya.

Ketika berusia masih kecil yaitu 14 tahun, beliau menceritakan hasratnya
kepada ibundanya yang sangat dikasihinya tentang keinginannya untuk menambahkan Ilmu Pengetahuan dengan cara merantau. Oleh karena
kehidupannya yang sangat miskin, maka Syafi’i berangkat tidak membawa perbekalan uang, kecuali dengan
berbekalkan do’a ibunya dan cita-cita yang teguh untuk menambah Ilmu
Pengetahuan sambil bertawakkal kepada Allah s.w.t.Sebelumnya melepaskan Syafi’i berangkat, maka ibundanyamendo’akannya, “Ya Allah Tuhan yang
menguasai seluruh Alam, anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela
melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan pesuruhmu. Oleh karena itu aku bermohon kepadaMu ya Allah permudahkanlah urusannya,peliharakanlah keselamatannya,panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan
dada yang penuh dengan ilmu yang berguna.”
Imam Syafi’i mengisahkan perpisahan dengan ibunya dengan mengatakan,
“Sesekali aku menoleh kebelakang untuk melambaikan tangan kepada ibuku. Dia masih terjegat di luar pekarangan rumah sambil memperhatikan aku. Lama-kelamaan wajah ibu menjadi samar ditelan kabus pagi. Aku meninggalkan kota Makkah yang penuh barkah, tanpa membawa
sedikitpun uang, apa yang menjadi bekalan bagi diriku hanyalah iman yang
teguh dan hati yang penuh tawakkal kepada Allah swt serta do’a restu ibuku saja. Aku serahkan diriku kepada Allah.”

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s