Penumpang Terburuk

image

Pernah kah kita sadari,bahwa hidup ini hanya sebuah perjalanan?tentu banyak yang akan bilang begitu,tapi hanya sedikit yang coba untuk mengerti.
Ibarat kan sebuah kapal.hidup ini adalah kapal yang terombang ambing di lautan luas.Nakhkoda nya adalah pemimpin,dan kita lah penumpangnya.
Penumpang di dalam perjalanan yang hanya sementara sampai kapal berlabuh di tepian dermaga yang bernama kematian.

Layaknya sebuah kapal.dunia ini juga punya peraturan yang harus terpenuhi dan kita jalani.Dari DIA yang telah membentangkan lautan dan membiarkan kapal ini berlayar dengan seizin Nya.

“Tuhanmulah yang melayarkan
kapal-kapal di lautan untukmu agar
kamu mencaria karunia-Nya.
Sungguh, Dia Maha Penyayang
terhadapmu.” (QS. 17/Al-Isro`: 66)

Sadar atau tidak,di dalam kapal kehidupan ini,terlalu banyak antara kita hanya menjadi ‘Penumpang Yang Terburuk’.

Telah di izinkan kita menumpang tanpa bayaran,tapi kita sering lupa akan semua kewajiban.

Telah di izin kan kita menumpang mengais rezeki-Nya,Tetapi kita malah lupa untuk menyisihkan nya dengan zakat dan sedekah.

Telah di izinkan kita menghirup udara di dalam nya dengan nafas kita,tapi kita terlupa untuk sentiasa berzikir kepada-Nya.

Telah di izin kan kita untuk menikmati segala hidangan yang di sediakan Nya,tapi kita enggan untuk puasa.

Telah di izinkan kita untuk bebas berkelana di dalam nya.tapi kita lupa akan tanggung jawab kita.

Sampai kapan kita hanya menjadi penumpang terburuk dalam kapal ini?
Bukan kah setiap peraturan di dalam kapal kehidupan ini hanya lah untuk kebaikan kita sendiri?

“Hai manusia, kamulah yang
membutuhkan kepada Allah; dan
Allah Dialah Yang Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) lagi
Maha Terpuji.” (QS. Fathir [35]:
15)

Tidak kah kita bersyukur telah di izinkan menumpang dalam perjalan yang menuju kehidupan yang kekal dan abadi ini?

“Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya
dia bersyukur untuk (kebaikan)
dirinya sendiri dan barangsiapa
yang ingkar, maka
sesungguhnya Tuhanku Maha
Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-
Naml [27]: 40)

Akankah kita akan hanyut dan tenggelam dalam pelayaran ini.padahal dermaga itu sudah hampir di depan mata?

Padahal di sana!! Di Dermaga itu,kemulian dan kebahagian kekal menanti kita!!

“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih
baik dan lebih kekal.” – (QS.87:17)

Akan kah kita lebih rela mabuk terombang ambing dalam perjalanan dunia ini?

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
kehidupan dunia ini hanyalah
permainan dan suatu yang
melalaikan, perhiasan dan
bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-banggaan tentang
banyaknya harta dan anak, seperti
hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani;
kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warna-nya
kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat ada azab yang keras
dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan
dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu. (QS. Al
Hadiid, 57: 20)

Jangan sampai kita menjadi ‘penumpang terburuk’ dalam ‘kapal kehidupan’ ini.

Tetapi kamu (orang-orang kafir)
memilih kehidupan duniawi. Sedang
kehidupan akhirat adalah lebih baik
dan lebih kekal. (QS. Al-A’laa, 87:
16-17)

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

One thought on “Penumpang Terburuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s