Sebuah Renungan Islami Untuk ”adik-adik ku” Gadis Muslimah

image

Dengar lah adik-adik ku!

Mereka bilang kamu terkungkung
karena rambut kamu tutupi.
Aku berani sumpah, justru mereka
yang salah mengerti.
Mereka tidak paham, mereka tak
berilmu.
Ilmu yang telah mengubah seluruh
hidupmu.

Kau tutup rambut bukan atas paksaan
atau malu.
Tetapi taat Sang Pencipta, dan ridha-
Nya yang kau mau.
Lahir, hidup dan mati hanya untuk-
Nya.
Itu mengapa kecantikanmu bagi orang
asing tak pernah terbuka.

Di jaman sekarang, wanita telah
dijadikan obyek seks, papan reklame
dan iklan.
Dan mereka masih saja bertanya-
tanya ketika ayah menistai anaknya
yang perawan.
Mereka bertanya-tanya ketika ribuan
gadis setiap tahun menemui
kematian.
Karena menahan lapar agar langsing
seperti peragawati pujaan.

Mereka bertanya-tanya mengapa
perempuan diperkosa pagi dan
petang.
Tanpa menyadari tontonan di media
massa bukanlah kebaikan.

sadari arti kehidupan lebih dari
kecantikan dan kemolekan.
Namun tanpa sadar, oleh masyarakat
kita terus dijerumuskan.

bersyukur lah atas islam yang
menilaimu bukan dengan paras
sebagai dasar.
Tetapi karena tujuan sejati: amal
kebaikan. Itulah perlombaan besar.

Perlombaan menuju Surga, sebuah
pilihan setelah kematian.
Dan tentunya Neraka, pilihan lain bagi
mereka yang mendustakan.

Mengapa membuang waktu pada
kesempurnaan garis matamu,
Atau keinginan untuk memperbarui
koleksi lipstikmu?

Mengapa mengisi hidup ini dengan
berusaha menarik perhatian manusia,
sementara pada akhirnya nanti, kita
dinilai menurut kriteria yang berbeda?
Kriteria berdasar tingkah laku, amal
dan ucapan,
yang akan diperiksa di Akhirat di atas
Timbangan.

Bukan bentuk tubuh atau tatanan
rambut yang ‘kan dinilai.
Dengarkan aku wahai sayang: Tetapi
akhlak dan perangai!

Kita semua akan mati dan mengambil
tempat yang sama di liang lahat,
Lalu mengapa duduk-duduk saja dan
menghias diri selama hayat?
Mengapa mengukir kekayaan,
ketenaran dan kecantikan,
Sementara di Hari Pembalasan,
semua berubah menjadi penyesalan?
Allah tak akan bertanya mengapa
tubuhmu tak molek, wajah tak merona,
atau mengapa bibirmu tak merah dan
busanamu tak mempesona,
dengan aneka kosmetika, baju ketat
dan maskara?
Ayolah sayang, dengarkan kataku:
Singkirkan itu semua!
Jika engkau belum bisa melihat
kebenaran ini, aku ‘kan berdoa:
Semoga Allah menunjukimu ke jalan
yang lurus, jalan satu-satunya,
menuju kesenangan yang abadi,
selama-lamanya.
Katakan kepadaku, siapa yang lebih
pintar?
Berhias diri, merawat kecantikan
seolah hidup ini tak pernah kelar
Atau mengikuti kata nurani dan
tuntunan Ilahi,
agama Islam yang diridhai dan iman
kepada hidup setelah mati?
Aku bangga dengan islamku. Ia adalah
pelindungku.
Dan untuk keluarga, sahabat, teman
dan saudara-saudaraku,
yang keluar melindungi kecantikannya
dengan jilbab dan busana kesopanan,
sekali lagi akan kusuarakan:
Kalian tak perlu persetujuan orang lain,
tak perlu penilaian mereka.
Bukan mereka yang mencipta kita,
atau akan membukakan pintu surga.
Ataukah kalian benar-benar suka,
dengan siulan dari para lelaki,
ketika mereka dari belakang
memandang betismu dan menikmati?
Itukah yang membuat kalian senang:
pujian dan rayuan mereka?
Itukah yang membuat kalian bahagia?
Ooh, demi kalian hatiku terluka.
Engkau berjalan dengan bangga,
seolah semakin terbuka semakin
mempesona.

Bukan, bukan itu yang aku mau,
tersenyum prihatin ku melihatnya.
Kamu tak perlukan kekaguman para
lelaki, tak perlu rayuan atau ajakan
berkencan.
Karena kamu manusia, tak pantas
diperlakukan seperti mainan.
Menutup tubuh membuatmu bangga.
Terbebas dari penilaian berdasarkan
materi semata.
Kini orang menghormati karena
akhlak dan tingkah lakumu.
Sungguh benar tuntunan Islam,agamamu.
Syukur kepada Allah dari lubuk
sanubari.
Teguhkan kita, ya Allah, di jalan-Mu
hingga akhir nanti.

☆ Semoga Bermanfaat ☆
Aamiin….

NB;Tulisan ini bukanlah hasil nukilan ku,tapi aku dapatkan di sebuah situs berbahasa Malaysia yang aku terjemahkan kembali menurut kemampuan ku,Alhamdulillah melalui tulisan ini aku bisa melihat orang yang paling ku sayang kembali menutup aurat dengan berjilbab,sungguh sesuatu yang paling indah dalam pandangan keseharian hidupku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s