cerita sedih

Cerita Paling Sedih 2012
Di hari terakhir sebelum hari lebaran, aku bergegas
pergi ke Supermarket untuk membeli beberapa
hadiah lagi yang belum sempat terbeli pada waktu
sebelumnya.
Ketika saya melihat kekerumunan orang disana,
saya mulai mengeluh pada diri sendiri.
“Kayaknya saya akan selamanya berada disini nih
dan padahal saya masih harus pergi kebeberapa
tempat lagi.. ”
Lebaran, bener-bener makin tahun makin
menyebalkan!! Padahal aku berharap bisa santai-
santai, lalu tidur dan bangun sesudahnya..
Namun demikian, aku langkahkan juga kakiku
menuju ke bagian mainan anak-anak , dan disana
aku mulai melihat-lihat harga, dan bertanya-tanya
betul nggak sih anak-anak bermain dengan
mainan-mainan semahal ini.
Sembari memcari-cari mainan dibagian itu, aku
melihat seorang anak laki kecil sekitar 5 tahunan,
merapatkan sebuah boneka kedadanya sendiri.
Dia terus menyentuh rambut boneka itu dengan
tatapan yang sedih.
Aku jadi bertanya-tanya untuk siapakah boneka
itu..
Kemudian si anak lelaki kecil itu memandang
kepada seorang wanita tua yang berdiri
disebelahnya: “Nek, nenek yakin kalau aku nggak
punya cukup uang??”
Wanita tua itu menjawab: “Kamu kan sudah tahu
bahwa kamu nggak punya cukup uang untuk
membeli boneka ini, sayang.”
Kemudian si nenek memintanya untuk diam disitu
selama 5 menit sementara dia pergi berkeliling. Si
nenek meninggalkannya dengan bergegas.
Si anak lelaki kecil itu tetap memegang boneka itu
dalam tangannya.
Akhirnya, aku mulai berjalan menuju kearahnya
dan aku menanyakannya kepada siapa boneka itu
akan diberikan???
“Boneka inilah yang sangat diidamkan oleh adik
perempuan saya dan dia sangat menginginkannya
pada lebaran sekarang ini. Dia sangat yakin bahwa
saya akan membawakan boneka ini untuknya.”
Aku mencoba meyakinkan bahwa kamu akan
membawakan boneka itu untuk adiknya, dan kamu
jangan mengkawatirkannya.
Tapi kemudian dia menjawabku dengan sangat
sedih.
“Tidak. . Aku tidak mungkin membawakan boneka
ini ketempat dia berada sekarang. Saya harus
memberikannya kepada Ibu saya sehingga ibu
dapat memberikannya ketika Ibu pergi
ketempatnya.”
Matanya terlihat sangat sedih.. ketika dia
mengatakan kalimat itu. “Adik saya telah pergi
menghadap Tuhan. Ayah berkata bahwa Ibu juga
akan pergi menemui Tuhan segera, jadi saya pikir
tentunya Ibu bisa membawakan boneka ini untuk
diberikan kepada adik saya.”
Jantungku hampir putus rasanya, mendengar
penjelasan anak itu,,
Betapa mata hati saya terbuka mendengar
perkataan anak itu, bahwa masih ada yang
namanya cinta di dunia ini yang sangat mulia dari
hati seorang anak berusia 5 tahun. Karena selama
ini saya merasa semua yang ada di dunia ini
adalah semu termasuk rasa cinta yang saya miliki.
Anak kecil itu memandang saya dan mengatakan:
“Saya sudah pesankan ke Ayah untuk mengatakan
ke Ibu jangan pergi dulu. Saya bilang tolong
tunggu saya sampai saya pulang dari
supermarket.”
Selanjutnya anak itu memperlihatkan selembar
foto dirinya yang lucu dimana dia sedang tertawa.
Dia kemudian berkata kepadaku: “Saya juga pengin
Ibu membawa serta foto ini bersamanya, supaya
Ibu tidak lupa denganku.”
“Aku sangat mencintai Ibuku.. padahal saya
berharap Ibu tidak seharusnya meninggalkanku
tapi.. Ayah berkata bahwa Ibu harus pergi untuk
menemani adik perempuan saya.”
Kemudian.. ia memandangi boneka itu lagi dengan
sedih dan mengusap rambutnya perlahan.
Aku cepat mengambil dompetku dan
mengeluarkan beberapa lembar uang dan berkata
kepada anak itu: “Bolehkah aku hitung uangmu,
mungkin kamu punya cukup uang???”
“Baik..” katanya lirih. “Saya berharap ada cukup
uangnya.”
Aku sisipkan uangku kedalam uangnya tanpa
sepengetahuannya dan kami mulai
menghitungnya. Ternyata uangnya cukup untuk
boneka itu bahkan lebih.
Anak laki itu berkata: “Terima kasih Tuhan atas
pemberian uang ini.”
Kemudian dia memandangku dan menambahkan:
“Kemarin, sebelum tidur saya memohon kepada
Tuhan agar saya memiliki cukup uang untuk
membelikan boneka ini, agar supaya Ibu dapat
membawakannya untuk adikku. Ternyata Tuhan
mendengarkanku.”
“Saya juga berharap memiliki cukup uang agar
dapat membeli sekuntum mawar putih untuk
Ibuku, tapi saya nggak berani meminta terlalu
banyak kepada Tuhan. Tapi ternyata Tuhan
memberiku uang cukup untuk membeli boneka ini
dan juga mawar putih.”
Aku selesaikan belanjaan saya dengan sebuah
perasaan yang amat sangat berbeda dengan ketika
saya memulainya. Beberapa menit kemudian,
wanita tua itu telah kembali dan aku pergi dengan
trolley-ku.
Aku nggak bisa menghilangkan bayangan anak laki-
laki itu dari ingatanku.
Kemudian, aku ingat kepada sebuah berita dari
koran lokal 2 hari yang lalu, yang mengatakan
bahwa seorang mabuk yang mengemudikan
sebuah truk menabrak sebuah mobil yang sedang
dikendari oleh seorang wanita muda dengan anak
perempuannya yang masih kecil.
Si anak perempuan meninggal seketika, dan
ibunya masih hidup tetapi dalam keadaan kritis.
Keluarganya harus mengambil keputusan apakah
harus mencabut kabel dari mesin yang
membantunya bertahan hidup, sebab wanita
muda itu sudah tidak mungkin lagi lepas dari
keadaan koma.
Apakah mereka keluarga dari anak laki-laki kecil
itu???
Dua hari setelah pertemuanku dengan dengan
anak laki-laki itu, aku baca disurat kabar bahwa
wanita muda itu telah meninggal dunia.
Aku segera bergegas dan pergi membeli seikat
mawar putih dan pergi kesebuah pemakaman
dimana jenazah di perlihatkan kepada para pelayat
dan didoakan sebelum pemakaman.
Ternyata wanita muda itu ada disana, terbaring
didalam petinya, memegang setangkai mawar
putih yang indah dengan selembar foto anak lelaki
itu dan boneka diletakkan diatas dadanya.
Saya meninggalkan tempat itu.. sambil menangis,
dan merasakan hidup saya telah berubah untuk
selama-lamanya .
Cinta.. yang dimiliki oleh bocah lelaki itu kepada
Ibu dan adiknya tercinta, tetap melekat hingga hari
itu, sungguh tidak terbayangkan.
Hanya dalam hitungan detik, seorang yang sedang
mabuk telah mengambil semua itu dari
kehidupannya.
=========================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s